Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

Tanya dan Jawab..."



1. Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ?
2. Apa yang paling JAUH dari kita di dunia ?
3. Apa yang paling BESAR di dunia ?
4. Apa yang paling BERAT di dunia ?
5. Apa yang paling RINGAN di dunia ?
6. Apa yang paling TAJAM di dunia ?

Jawabannya:
------------------------------------------------------------
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al
Ghozali bertanya....

Pertama,
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab : "orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya".
Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR.
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI.
Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan
mati (Q.S. Ali Imran 185)

Kedua,
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid -muridnya menjawab : "negara Cina, bulan, matahari dan
bintang-bintang".
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu
adalah BENAR.
Tapi yang paling benar adalah MASA LALU.
Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang
dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga,
"Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab : "gunung, bumi dan matahari".
Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali.
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU (Q.S.
Al-A'Raf 179).
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa
kita ke neraka.

Keempat,
"Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab : "besi dan gajah".
Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah
MEMEGANG AMANAH (Q.S. Al-Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika
Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga
banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang
amanahnya.

Kelima,
"Apa yang paling ringan di dunia ini?"
Ada yang menjawab : "kapas, angin, debu dan daun-daunan".
Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini
adalah MENINGGALKAN SHOLAT.
Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermesyuarat, kita
meninggalkan sholat.

Dan pertanyaan keenam adalah,
"Apakah yang paling tajam di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak : "pedang".
BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA.
Karena melalui lidah, ,manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan
saudaranya sendiri.

Senin, 21 November 2011

Tak Ada yang Abadi, so..Kenapa Masih Terlena...??



Beberapa hari yang silam ketika sedang berjalan menuju ke suatu tempat, saya kaget dan terhenti sejenak, terhenti oleh keranda yang membawa jenazah keluar dari gang menuju jalan ke suatu tempat pemakaman terakhir, sekedar memberi penghormatan terakhir dan ALLAH memang sedang menunjukan kepada semua manusia yang menyaksikan bahwa suatu hari kita yang saat ini masih dapat menikmati indahnya kehidupan ini,.. masih bisa menikmati makanan yang enak, rumah mewah , kendaraan mewah ber-AC dsb. Akan berada di keranda bertutupkan kain hijau bertuliskan “Innalillahi wa inna illaihi rajiun“, iya keranda yang menuju pemakaman itu suatu hari akan kita kendarai, siap tidak siap, suka tidak suka kematian pasti datang, artinya lagi memang di bumi ini kita hanya singgah, yang namanya singgah pasti tak lama, kalau kelamaan diusir sama yang punya tempat ..

Kemudian saya diam sejenak, mlihat dan merenungi keranda yang lewat didepan motor yang saya kendarai sambil berpikir, jika saya hanya singgah didunia ini, kenapa saya dan banyak sekali manusia yang terpedaya indahnya, tercengang, terlena dengan segala kenikmatan sementara yang disajikan ditempat persinggahan ini, padahal ALLAH memberi menempatkan saya ditempat singgah ini plus diberikan bekal rejeki selama singgah pasti tujuannya agar saya siap melanjutkan perjalanan ke rumah yang sesungguhnya bukan malah bengong, kesasar dan menikmati persingaahan ini, betah lagi alias gak mau pulangHmm..begitu bodohnya kita jika terpesona dengan sesuatu yang pasti kita tinggalkan… Kembali saya merenung,..

jika hidup ini adalah persinggahan sejenak saja maka semestinya saya harus jadi tamu yang baik, tamu yang nurut apa kata siempunya rumah dan tamu yang tahu diri untuk bersiap siap beranjak pulang, gak betah ditempat singgah, terbayang bayang rumah yang sesungguhnya, seperti janji ALLAH bahwa di ujung perjalanan nanti ALLAH menyiapkan sebuah rumah yang sangat indah, yang dibawahnya mengalir air sungai, yang tamannya penuh dengan buah dan bunga bunga indah, yang teman saya nanti adalah Wanita cantik nan anggun dan menawan yang kecantikannya seribu kali diatas level cantiknya seorang putri raja..Membayangkan saja saya sudah terkagum kagum indahnya hidup di rumah terakhir yang dijanjikan ALLAH jika saya baik baik selama singgah, rumah terakhir bagi hamba hamba yang dicintai dan mencintai ALLAH tentunya, dan untuk sampai ketempat seindah ini tentu syaratnya tak mudah… Beli apartment di Jakarta yang tanpa tanah saja syaratnya berderet apalagi rumah seindah rumah ALLAH, bukan begitu?

Jadi tempat persinggahan ini sesungguhnya gak ada apa apanya dibanding tempat yang dijanjikan ALLAH, namun saya justru terpana dengan persinggahan sementara ini, dan lalu menganggap penampungan sementara ini abadi, dan sangat indah, melihat gubuk saya sangka istana bersama si dia yang saya cintai, padahal ini maksiat namanya berduaan dengan yang bukan muhrim saya, melihat kolam kecil saya sangka danau bahkan melihat kue serabi saya sangka martabak spesial, intinya terpana, terpesona, terlena kalau kata Ike Nurjanah hehehe… saya menjadi kabur dan tertipu oleh karena keterpanaan yang menerpa..

Sekarang dengan kesadaran penuh bahwa dunia ini hanya tempat persinggahan, saya TIDAK boleh terpesona, terlena apalagi tersesat dan tidak tahu jalan pulang, PARAH … sebagai tempat persinggahan yang segera akan kita tinggalkan, maka suka tidak suka kita harus menyiapkan bekal pulang, agar selamat sampai ditempat tujuan, karena yang ini sementara dan yang sana kekal, lebih baik gak terlalu nikmat disini tapi nikmat disana !!*tapi bagusnya nikmat disana & nikmat juga disini..ya gak Mas Bro…”Yuk, perbanyak bekal pulang, percaya deh disini tak seindah disana, rumah kita sendiri

…Semoga bermanfaat...